Pondok Pesantren Quddusussalam kembali menggelar kegiatan Kuliah Umum tentang Kepondok Modernan. Kegiatan yang berlangsung di aula sederhana dengan suasana khidmat ini, melibatkan seluruh elemen pondok pesantren. Momen ini menjadi langkah fundamental dalam mengawali proses pendidikan dan pengajaran, guna menyatukan frekuensi dan niat seluruh warga pondok.

Dalam kesempatan berharga tersebut, Pimpinan Pondok Pesantren Quddusussalam, Ustadzah Rahmiati, S.Pd., tampil memberikan amanat mendalam[cite: 1, 2, 4]. Di hadapan para santri dan santriwati yang duduk rapi menyimak, beliau menegaskan bahwa Kuliah Umum ini bukanlah sekadar rutinitas, melainkan jantung orientasi pendidikan di Quddusussalam.

“Kuliah Umum di sini berfungsi untuk memahamkan seluruh jajaran asatidz (guru-guru), santri, santriwati, dan seluruh penghuni pondok terhadap jiwa, ruh, sistem, Panca Jangka, dan Panca Jiwa pondok pesantren kita,” jelas Ustadzah Rahmiati, S.Pd.
Pengenalan dan internalisasi nilai-nilai pondok—terutama Panca Jiwa dan Panca Jangka—dinilai sangat krusial. Pemahaman yang utuh terhadap ruh pondok akan menjaga kemurnian niat setiap individu.
Melalui pemahaman yang komprehensif ini, diharapkan ke depannya tidak ada satupun yang salah niat selama berada di Pondok Pesantren Quddusussalam. Para guru akan ikhlas dalam mengajar, mengabdi, dan mendidik. Sementara itu, para santri serta santriwati juga akan ikhlas dan bersungguh-sungguh dalam belajar serta menerima didikan.
